Sabtu, 18 Juni 2011

MALAIKAT KECIL " Subhanalloh... ^_^ kalian harus baca...



Setiap hari Jum’at, selepas menunaikan shalat Jum’at, seorang Imam dan anaknya yang berusia 9 tahun selalu berjalan menyusuri jalan di kota kecil itu dan menyebarkan buletin “Jendela Surga” dan beberapa tulisan Islami yang lain.

Pada satu Jum’at, hari dimana Imam dan anaknya itu biasa keluar untuk membagi-bagikan buletin Islam itu, cuaca amat dingin dan hujan mulai turun.
Anak kecil itu mengenakan jas hujan seraya berkata “Ayah, Saya sudah siap..!”
Ayahnya terkejut dan berkata “Siap untuk apa?”.
 “Lho, bukankah ini saatnya kita keluar untuk membagi-bagikan buletin Risalah Allah ini, ayah”
“Anakku! di luar hujan begitu lebat dan udara sangat dingin”
“Ayah, bukankah di sana masih ada manusia yang bisa tersesat dan masuk neraka ketika hujan turun?”
Ayahnya menambah “Iya, tapi Ayah tidak sanggup keluar dalam cuaca begini”
Dengan merajuk anaknya merayu “Ijinkan aku pergi ya, ayah?”

Ayahnya merasa agak ragu namun menyerahkan buletin-buletin itu kepada anaknya. “Pergilah nak dan berhati-hatilah. Allah bersamamu!”
“Terima kasih Ayah” Dengan wajah berseri-seri anak itu pergi meredah hujan dan tubuh kecil itu hilang dalam kelebatan hujan.

Anak kecil itu pun membagikan buletin tersebut kepada siapa saja yang dijumpainya. Begitu juga dia mengetuk setiap rumah dan memberikan buletin itu kepada penghuninya.

Setelah dua jam, hanya tersisa satu buletin “Jendela Surga” ada pada tangannya. Dia merasa tanggungjawabnya belum tuntas jika masih ada artikel di tangannya.
Dia berputar-putar ke sana ke mari mencari siapa yang akan diberi buletin terakhirnya itu namun gagal.

Akhirnya dia melihat satu rumah yang agak menjorok kedalam dari jalan itu, kemudian dia langkahkan kakinya menghampiri rumah itu. Begitu sampai di depan rumah itu, ditekannya bel rumah itu sekali. Ditunggunya sebentar, dan ditekan sekali lagi namun tiada jawaban. Diketuk pula pintu itu namun tidak juga ada jawaban.
Seolah ada sesuatu yang menahannya sehingga anak itu enggan pergi. Mungkin rumah inilah harapannya agar artikel ini diserahkan, pikirnya.. Dia pun mengambil keputusan menekan bel sekali lagi.
Akhirnya pintu rumah itu dibuka.

Di depan pintu berdiri seorang perempuan sekitar umur 50 tahun.
Wajahnya muram dan sedih. “Nak, apa yang bisa ibu bantu?”
“Ibu, maaf saya mengganggu, saya hanya ingin menyampaikan kabar gembira dari Allah. Karena sesungguhnya Allah amat sayang dan senantiasa memelihara Ibu. Saya datang hanya ingin menyerahkan buletin terakhir ini dan Ibu adalah orang yang paling beruntung”. Dia senyum dan tunduk hormat sebelum melangkah pergi.
“Terima kasih nak, Tuhan akan melindungi kamu”  jawabnya dengan nada yang lembut.

Minggu berikutnya sebelum waktu shalat Jum’at dimulai, seperti biasa Imam naik ke atas mimbar untuk memberikan informasi tentang kegiatan di masjid itu seminggu terakhir. Sebelum selesai, dia bertanya ” Ada yang ingin bertanya sesuatu?”

Tiba-tiba ada yang bangun dengan perlahan dan berdiri. Dia seorang perempuan separuh baya.
“Maaf, saya rasa di masjid ini tidak ada yang mengenal saya. Saya tak pernah hadir ke majlis ini. Untuk anda sekalian ketahui, bahwa saya bukanlah orang Islam.
Suami saya meninggal beberapa tahun yang lalu dan meninggalkan saya seorang diri di dunia ini...” Air mata mulai menggenang di kelopak matanya.
“Pada hari Jum’at lalu saya mengambil keputusan untuk bunuh diri. Saya ambil kursi dan tali. Saya ikat ujung tali di eternit atas dan ujung satu lagi saya lilitkan di leher. Ketika saya hendak melompat, tiba-tiba bel rumah saya berbunyi. Saya tunggu sebentar, dengan anggapan, siapa pun yang menekan itu akan pergi jika tidak dijawab. Tetapi ia bunyi lagi. Kemudian saya mendengar ketukan dan bel ditekan sekali lagi”.
“Saya jadi penasaran siapakah yang datang, sehingga saya lepaskan tali di leher dan terus pergi ke pintu.”

“ Ternyata seorang anak kecil..! Seumur hidup belum pernah saya melihat anak yang semanis itu. Senyumannya benar-benar ikhlas dan suaranya seperti malaikat:  “Ibu, maaf saya mengganggu, saya hanya ingin menyampaikan kabar gembira dari ALLAH karena sesungguhnya Allah amat sayang dan senantiasa memelihara Ibu...”  Itulah kata-kata yang paling indah yang penah saya dengar”.
“Saya melihatnya pergi kembali menyusuri hujan. Saya kemudian menutup pintu, lalu membaca buletin jumat itu. Akhirnya kursi dan tali saya letakkan kembali ditempat semula.
“Aku tak memerlukan itu lagi..!”.

“Terima kasih Tuhan, sekarang saya telah menjadi tenang kembali dan bahagia.
Di belakang buletin terdapat alamat masjid ini, dan itulah sebabnya saya di sini hari ini, dan saya ingin masuk Islam...
Jika tidak disebabkan malaikat kecil yang datang pada hari itu tentu saya sudah menjadi penghuni neraka...”

Seluruh jamaah di masjid itu terpana mendengar cerita ibu itu. Tanpa terasa air mata mereka meleleh di pipi. Tiba-tiba terdengar mereka bertakbir: “ALLAHU AKBAR...!”

Sang Imam lantas turun dari mimbar, mendatangi anaknya yang ada di bawah mimbar, kemudian ia peluk anaknya dengan erat. Tak terasa air matanya pun mengalir...

Hari Jum’at ini adalah hari paling indah dalam hidupnya. Tiada anugerah yang amat besar dari hari ini. Yaitu anugerah yang sekarang berada di dalam pelukannya. Seorang anak sholeh yang berbudi pekerti luhur. “Ia adalah malaikat kecilku...”

Biarkanlah air mata itu menetes.
Air mata itu anugerah ALLAH kepada makhlukNya yang penyayang...

Kamis, 09 Juni 2011

nasihat berharga untuk saudari ku tercinta



ane bukan orang yg bener dan masih jauh dari kebaikan tapi disini ane hanya ingin menginformasikan dan smoga bermanfaat dan kalo repsol tolong dimaafkan ya gan 
Saudariku, Agama adalah nasehat, sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari. Para shahabat kemudian bertanya: ''Untuk siapa?'' Sabda beliau: ''Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslimin.'' (HR Muslim).

Untuk itu pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan beberapa butir-butir nasehat yang, semoga, dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Sebab, keimanan itu bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan



Saudariku,

* Jika Anda menghendaki taufiq untuk khusyu' maka jauhilah dari memandang yang haram.

* Jika Anda menghendaki taufik untuk hikmah, maka jauhilah dari banyak bicara

* Jika Anda menghendaki taufiq untuk dapat mengetahui aib sendiri, maka hindarilah mencari aib orang lain

* Waspadalah Anda jika lalai dari tugas di jalan Allah karena tipuan Iblis, sesungguhnya tipuan dan rayuan Iblis itu bisa melalaikan Anda.

* Jadilah wanita yang penyayang

* Waspadalah, jangan tertipu oleh luasnya rahmat Allah, sehingga Anda tidak beramal

* Jika Anda tidak merasa takut siksaan Allah atas kelalaian Anda dalam ketaatan, maka Anda adalah orang yang celaka


Saudariku,

* Jika Anda menghendaki taufiq untuk khusyu' maka jauhilah dari memandang yang haram.

* Jika Anda menghendaki taufik untuk hikmah, maka jauhilah dari banyak bicara

* Jika Anda menghendaki taufiq untuk dapat mengetahui aib sendiri, maka hindarilah mencari aib orang lain

* Waspadalah Anda jika lalai dari tugas di jalan Allah karena tipuan Iblis, sesungguhnya tipuan dan rayuan Iblis itu bisa melalaikan Anda.

* Jadilah wanita yang penyayang

* Waspadalah, jangan tertipu oleh luasnya rahmat Allah, sehingga Anda tidak beramal

* Jika Anda tidak merasa takut siksaan Allah atas kelalaian Anda dalam ketaatan, maka Anda adalah orang yang celaka


* Ingatlah bahwa yang disebut manusia adalah yang mengajar atau belajar, dan tidak ada kebaikan selain dari itu

* Siapa yang tidak menjaga lisannya maka hatinya tidak akan tenang

* Siapa yang banyak bicaranya maka banyak pula bohongnya, dan siapa yang banyak bohongnya maka malunya telah berkurang, dan siapa yang kurang malunya maka berkurang pula wara'nya. Dan siapa yang telah berkurang wara'nya berarti hatinya telah mati.

* Ingatlah bahwa anggota tubuh yang paling dicintai Allah adalah lidah yang jujur. Dan tidak satupun anggota tubuh yang sangat dibenci kecuali lidah yang pendusta

* Jika Anda ingin sampai kepada iman yang sebenarnya, maka tinggalkanlah debat, sekalipun Anda dalam posisi benar.
Demikianlah nasehat-nasehat itu, semoga kita selalu istiqomah di atas jalan-Nya. Amin.

Nasehat Kepada Para Muslimah, Abdul 'Aziz al-Muqbil, Fathi Madji As Sayyid

Rabu, 25 Mei 2011

"MAMPUKAH AKU MENJADI WANITA SHOLEHA"



The beauty of a woman is not in the clothes she wears, 
the figure that she carries,or the way she combs her hair.
The beauty of a woman must be seen in her eyes,
because that is the doorway to her heart, the place where love resides.
The beauty of a woman is not in a facial mole,
But true beauty in a woman is reflected in her soul.
It is the caring that she lovingly gives, 
the passion that she shows and the beauty of a woman.
With passing years-only grows! 

Mampukah aku menjadi seperti Siti Khadijah?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah .
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah
Penawar hati kekasih Allah
Susah dan senang rela bersama... 

Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah?
Isteri Rasulullah yang bijak
Pendorong kesusahan dan penderitaan
Tiada tidak untuk dilaksanakan... 

Mengalir air mataku
Melihat pegorbanan puteri solehah Siti Fatimah
Akur dalam setiap perintah
Taat dengan ayahnya, yang sentiasa berjuang
Tiada memiliki harta dunia
Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga... 

Ketika aku marah
Inginku intip serpihan sabar
Dari catatan hidup Siti Sarah....
Tabah jiwaku
Setabah umi Nabi Ismail
Mengendong bayinya yang masih merah
Mencari air penghilang dahaga
Diterik padang pasir merak
Ditinggalkan suami akur tanpa bantah
Pengharapannya hanya pada Allah

Itulah wanita Siti Hajar....
Mampukah aku menjadi wanita solehah?
Mati dalam keunggulan iman
Bersinar indah, harum tersebar
Bagai wanginya pusara Masyitah....


Template by:
Free Blog Templates