Sabtu, 14 Mei 2011

Serapah Hujan Dalam Syair Rindu




˜*•. ˜”*°•.˜”*°••°*”˜.•°*”˜ .•*˜
Serapah Hujan Dalam Syair Rindu
˜*•. ˜”*°•.˜”*°••°*”˜.•°*”˜ .•*˜

ingat berapa lama kita tak menangis
jika seluruh jari yang telah terkubur masih mampu menghitung waktu
maka akan kujadikan sebagai saksi
untuk setiap tetes airmata yang tertumpah melengkapi tragedinya

aku tau sesuatu telah lepas, mungkin akan hilang
hanya dengan kekuatan mukjizat yang turun bersama rintik hujan
suatu hari nanti akan kurenggut bersama sejarah dunia
lalu mengabadikan kenangan kita
maukah mengatakanatakan padaku
juga padanya untuk merubah dunia
sekarang atau esok, pasti menemukannya
atau
tidak sama sekali tanpa keyakinan diri sendiri

oh hujan
jika sumpah tak seiring dalam serapah
sadarlah bahwa harapan bertaburan doa doa
maka kuyakin hujan menjadi syair rindu untuk meminang bahagia
atau bisa berbalik tanpa mengenalmu secuilpun

jangan seperti mereka
ibarat sandal dan sepatu yang ingin menjadi topi
menginjak hujan atau diterpa hujan
serapah terjepit oleh keinginan yang tak mungkin dapat dirubah hanya dengan menanti hati mengikis
dusta cinta ada pada kata yang dipertaruhkan saat hati melemah

mengenangku dalam hujan
berarti membaca syair untukku,
karena kutau kau sedang merindukan serapahku
seprti aku yang menjelma hujan dan selalu menerima sumpah serapah
hanya secuil harapan dalam kekuatan doa

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates